Aku tlah hidup selama 18 tahun. Bukan waktu yang singkat dan bukan sesuatu yang mudah untuk dijalani. Jalan hidup seseorang pasti sangat berbeda dan beragam, begitupun dengan ku. Pertama, aku akan menceritakan tentang pengalaman sekolahku. Jenjang Sekolah Dasar (SD) dimulai dari kelas 1 sampai kelas 4,aku bersekolah di SDN Kebon Bawang, Jakarta. Aku memiliki sahabat yang bernama Riski dan 2 Aldo. Sayangnya aku harus pindah ke sebuah kota Di Jawa Barat, yaitu Bogor. Aku sedih harus meninggalkan sahabatku. Dan aku pula termasuk orang yang tidak mudah untuk bersosialisasi kepada orang yang baru ku kenal. Di Bogor aku meneruskan sekolah di SDN Cihideung Udik 1. Aku masih sangat mengingatnya, tempatnya, ruangannya, siswanya, dan Tomi. Yaa.. Malam ini aku memimpikannya. Kalian juga ingin tahu bukan siapa itu Tomi?. Tomi itu ketua kelas 4 di sekolahku yang baru. Lebih tepatnya ketua kelas dikelas ku. Bisa dibilang dia itu My First Love. Hehee.. Tapi sayang, aku bisa mengenalnya hanya dalam waktu yang singkat. Karena aku harus pindah - lagi. Setelah kenaikan kelas 5, itu adalah terakhir aku melihatnya. Tanpa pamit. Ya, aku pindah dari sekolah itu tanpa pamit, tanpa keterangan. Lalu aku mulai kehidupan baru lagi di Banten. Dan harus kembali bersosialisasi dan beradaptasi dengan orang baru, lagi dan lagi. Aku benci itu. Aku pun bersekolah di SDN Bulagor 2. Akhirnya aku bertetap di kota ini selama kurang lebih 4 tahun. Setelah itu aku kembali ke Jakarta, besosialisasi lagi, bertemu orang baru lagi, berkenalan lagi. Dan aku pun sampai ke masa SMK. Karena aku baru pindah lagi ke Jakarta, tentunya sudah cukup mebuatku merasa asing. Aku tak tahu harus masuk sekolah yang mana. Karena memang aku tak tahu. Akhirnya ada sebuah saran agar aku masuk SMKN 36 Jakarta. Yeahh.. Sebuah sekolah ala semi militer. Kau tahu bukan, seberapa tangguhnya aku?? Haha.. Aku bertemu banyak orang disana. Lalu aku bersahabat dengan mereka yang menyebut dirinya sebagai Keluarga TKJ. Inilah kisahku. Mana kisahmu?? :D
By : Nurul Edane
Minggu, 27 Oktober 2013
Sabtu, 26 Oktober 2013
Namanya juga iseng.. Met malem =)
Angin yang berhembus tak mampu menyapu luka dihatiku,
Air yang mengalir pun seakan tak ingin mengetahui betapa merananya aku kini,
Gunung yang menjulang tinggi menyombongkan diri kepadaku,
Menampakkan bahwa ia mampu menggenggam langit,
Bahkan seluruh dunia pun serempak mentertawakan atas kekalahanku,
Ya…. Saat ini aku memang kalah. Tapi bukan berarti
seterusnya pun aku akan kalah.
Aku
akan bangkit. Akan ku tunjukan pada dunia, terlebih padanya bahwa kemenangan sedang menungguku – di depan sanaBy : Nurul Edane
Langganan:
Postingan (Atom)