Minggu, 27 Oktober 2013

Ini kisahku. Mana kisahmu??

Aku tlah hidup selama 18 tahun. Bukan waktu yang singkat dan bukan sesuatu yang mudah untuk dijalani. Jalan hidup seseorang pasti sangat berbeda dan beragam, begitupun dengan ku. Pertama, aku akan menceritakan tentang pengalaman sekolahku. Jenjang Sekolah Dasar (SD) dimulai dari kelas 1 sampai kelas 4,aku bersekolah di SDN Kebon Bawang, Jakarta. Aku memiliki sahabat yang bernama Riski dan 2 Aldo. Sayangnya aku harus pindah ke sebuah kota Di Jawa Barat, yaitu Bogor. Aku sedih harus meninggalkan sahabatku. Dan aku pula termasuk orang yang tidak mudah untuk bersosialisasi kepada orang yang baru ku kenal. Di Bogor aku meneruskan sekolah di SDN Cihideung Udik 1. Aku masih sangat mengingatnya, tempatnya, ruangannya, siswanya, dan Tomi. Yaa.. Malam ini aku memimpikannya. Kalian juga ingin tahu bukan siapa itu Tomi?. Tomi itu ketua kelas 4 di sekolahku yang baru. Lebih tepatnya ketua kelas dikelas ku. Bisa dibilang dia itu My First Love. Hehee.. Tapi sayang, aku bisa mengenalnya hanya dalam waktu yang singkat. Karena aku harus pindah - lagi. Setelah kenaikan kelas 5, itu adalah terakhir aku melihatnya. Tanpa pamit. Ya, aku pindah dari sekolah itu tanpa pamit, tanpa keterangan. Lalu aku mulai kehidupan baru lagi di Banten. Dan harus kembali bersosialisasi dan beradaptasi dengan orang baru, lagi dan lagi. Aku benci itu. Aku pun bersekolah di SDN Bulagor 2. Akhirnya aku bertetap di kota ini selama kurang lebih 4 tahun. Setelah itu aku kembali ke Jakarta, besosialisasi lagi, bertemu orang baru lagi, berkenalan lagi. Dan aku pun sampai ke masa SMK. Karena aku baru pindah lagi ke Jakarta, tentunya sudah cukup mebuatku merasa asing. Aku tak tahu harus masuk sekolah yang mana. Karena memang aku tak tahu. Akhirnya ada sebuah saran agar aku masuk SMKN 36 Jakarta. Yeahh.. Sebuah sekolah ala semi militer. Kau tahu bukan, seberapa tangguhnya aku?? Haha.. Aku bertemu banyak orang disana. Lalu aku bersahabat dengan mereka yang menyebut dirinya sebagai Keluarga TKJ. Inilah kisahku. Mana kisahmu?? :D


By : Nurul Edane

Sabtu, 26 Oktober 2013

Namanya juga iseng.. Met malem =)


Angin yang berhembus tak mampu menyapu luka dihatiku,
Air yang mengalir pun seakan tak ingin mengetahui betapa merananya aku kini,
Gunung yang menjulang tinggi  menyombongkan diri kepadaku,
Menampakkan bahwa ia mampu menggenggam langit,
Bahkan seluruh dunia pun serempak mentertawakan atas kekalahanku,
Ya…. Saat ini aku memang kalah. Tapi bukan berarti seterusnya pun aku akan kalah.
Aku akan bangkit. Akan ku tunjukan pada dunia, terlebih padanya bahwa kemenangan sedang menungguku – di depan sana


By : Nurul Edane

Kamis, 09 Mei 2013

Gue!!

Gue? Siapa gue? Kalo lo mau tau gue, simple aja. Lo tinggal nyari aja di internet, buku biografi, atau gak lo pantengin deh tuh TV di rumah lo. Pasti gak bakal nemuin gue. Yaiyalah, artis bukan, selebritis apalagi. Tungu tunggu.. Dari dulu sampe sekarang yang jadi pertanyaan gue, bedanya artis sama selebritis itu apasih? Sama-sama terkenal. Sama-sama banyak duit. So what? Sebenernya ini mau ngebahas gue apa artis or selebritis itu? Oke. Nama gue Nurul Fadilah. Biasa di panggil Neng, mungkin karena gue dilahirkan ditengah-tengah kuburan. Pliss men, just kidding *siapa yang peduli*.  Oke, kembali ke topik pembicaraan. Gue lahir di tengah-tengah keluarga sunda. Bokap sunda, nyokap juga sunda. Umur gue 18 tahun. Masih muda dong? Iyalah – haha. Hobi gue, baca (novel,komik,majalah :-D), sama nulis-nulis gak jelas gitu. Cita-cita gue mau jadi Sarjana Hukum *awalnya. Tapi setelah gue pikir, kayanya gue gak bakal sanggup. Soalnya nilai akademik gue bisa dibilang kurang. Ya tapi gak bego-bego amat juga. Trus gue kepikiran buat jadi juru bicara Bahasa Jepang *hmm menarik sih. Cuma gue ngerasa gak pas aja di karakter gue. Gue mikir, mikir dan mikir. Dari kecil gue suka banget sama make up. Sampe-sampe gue pernah diomelin nyokap. Jadinya gue mutusin buat jadi make over. Sayangnya bokap gue gak ngizinin. Katanya kalo jadi make over masa depan gue gimana? Jadi seorang make over itu gak menjanjikan buat jadi orang sukses. Gue GALAU. Sumpahh!! Gue sedih. Huaaaa... Lebih-lebih setelah gue berpikiran buat jadi penulis. Gue tambah galau. Antara make over atau penulis?? Ahaa.. Gue mikir lagi *kebanyakan mikir ya??
Udahlah.. Sukses itu bukan diliat dari profesinya. Tapi bagaimana ia menekuni bidang profesi tersebut sampai ia menuju dipuncak kesuksesan..* ^o^
Pokonya mah, apapun pekerjaannya. Minumnya jangan yang macem-macem *plakk* *korban iklan*

By : Nurul Edane

Jumat, 19 April 2013

Supporter Grand Final ABNONKU

Ini pas jadi supporter temen gue yang ikut lomba ABNONKU yang lokasinya di Graha Bakti Budaya - Taman Izmail Marzuki.

Pas mau berangkat



Sebelum men-support gak ada salahnya kalo narsis dulu :D



Lagi men-support pun gak lupa narsis.. ckck



Pulaang



Ini dia yang kita support. Namanya Asri Pratiwi Wulandari


Kenangan!!


Lembar kenangan ini takkan pernah usang dan berdebu. Dalam wujud lahir maupun ingatan. Hidup dan selalu hidup. Selalu jadi penyemangat untuk terus menyusuri waktu..


By : Nurul Edane

Kamis, 18 April 2013

Aku, Kamu dan Alter-ego

Aku kangen kamu..
Aku??? dia menunjuk dirinya sendiri.
Yah kamu, kenapa? ada yang salah? *aku menatap kedua bola mata-nya yang seperti hendak meloncat dari kelopak mata*
Kamu bilang benci aku, kenapa sekarang bilang kangen? pasti ada yang salah dengan perasaanmu!
Jadi kamu tak mau aku kangenin? baiklah aku tak kangen! *aku mendorong bahu-nya, merasakan badannya yang terasa semakin mendekat*
Jangaaaaaaaaaaaaaaan….
Jangan apa? *garuk-garuk kepala yang tak gatal*
Jangan berhenti kangenin aku, kalau bisa ditambah mencintai aku *mata puppies-nya mulai beraksi*
Ehmmm…. mungkin bisa tapiiiiiii….
Tapi apa? jangan bilang kamu berubah pikiran dan perasaan !!!
Aku akan mengabulkan permintaan kamu, Aku akan selalu kangen dan mencintai kamu. tapi tidak dalam wujud seperti sekarang… Kamu akan dicintai Alter-ego ku…
Maksudmu? *bingung*

Andai Aku Seperti Sirup


Tak ada yang lebih gusar melebihi makhluk Allah yang bernama gula pasir. Pemanis alami dari olahan tumbuhan tebu ini membandingkan dirinya dengan makhluk sejenisnya yang bernama sirup.
Masalahnya sederhana. Gula pasir merasa kalau selama ini dirinya tidak dihargai manusia. Dimanfaatkan, tapi dilupakan begitu saja. Walau ia sudah mengorbankan diri untuk memaniskan teh panas, tapi manusia tidak menyebut-nyebut dirinya dalam campuran teh dan gula itu. Manusia cuma menyebut, "Ini teh manis." Bukan teh gula. Apalagi teh gula pasir.
Begitu pun ketika gula pasir dicampur dengan kopi panas. Tak ada yang mengatakan campuran itu dengan ‘kopi gula pasir’. Melainkan, kopi manis. Hal yang sama ia alami ketika dirinya dicampur berbagai adonan kue dan roti.
Gula pasir merasa kalau dirinya cuma dibutuhkan, tapi kemudian dilupakan. Ia cuma disebut manakala manusia butuh. Setelah itu, tak ada penghargaan sedikit pun. Tak ada yang menghargai pengorbanannya, kesetiaannya, dan perannya yang begitu besar sehingga sesuatu menjadi manis. Berbeda sekali dengan sirup.
Dari segi eksistensi, sirup tidak hilang ketika bercampur. Warnanya masih terlihat. Manusia pun mengatakan, "Ini es sirup." Bukan es manis. Bahkan tidak jarang sebutan diikuti dengan jatidiri yang lebih lengkap, "Es sirup mangga, es sirup lemon, kokopandan," dan seterusnya.
Gula pasir pun akhirnya bilang ke sirup, "Andai aku seperti kamu."
Sosok gula pasir dan sirup merupakan pelajaran tersendiri buat mereka yang giat berbuat banyak untuk umat. Sadar atau tidak, kadang ada keinginan untuk diakui, dihargai, bahkan disebut-sebut namanya sebagai yang paling berjasa. Persis seperti yang disuarakan gula pasir.
Kalau saja gula pasir paham bahwa sebuah kebaikan kian bermutu ketika tetap tersembunyi. Kalau saja gula pasir sadar bahwa setinggi apa pun sirup dihargai, toh asalnya juga dari gula pasir.
Kalau saja gula pasir mengerti bahwa sirup terbaik justru yang berasal dari gula pasir asli.
Kalau saja para penggiat kebaikan memahami kekeliruan gula pasir, tidak akan ada ungkapan, "Andai aku seperti sirup!" –wallahu’alam—

Try..!!

Orang yang gagal bukanlah orang yang yang malas dan tidak mau mencoba. Namun ia adalah orang yang ingin berhasil tapi selalu 'mencoba' dengan cara yang sama. Banyak yang bilang itu adalah hal yang bodoh. Jangan salah, dengan kebodohan itu akhirnya kita selalu melakukan kegiatan yang namanya mencoba, mencoba dan mencoba. Hingga apa yang kita inginkan tercapai. Maka dari itu, jangan pernah berhenti melakukan kebodohan-kebodohan..

By : Nurul Edane

TKJ's Girls Gravity

1. NURUL FADILAH


2. ARI DAMAYANTI


3. HANIFAH PUTRI RYANTO



 4. SRI WAHYUNI


5. PUTRI NOVI AMALIA



6. VITA MUZARROFAH



7. ASRI PRATIWI WULANDARI




Rabu, 17 April 2013

Kenapa "Nurul Edane?"

Nama gue Nurul Fadilah. Tapi gue sering nyantumin nama "Nurul Edane" disetiap akun website. Temen gue sering nanya gini "ko namanya Nurul Edane sih?" atau "kenapa harus Nurul Edane?" Karena cuma Nurul Edane yang pedasnya pas. Loh?? *korbaniklan* plak *abaikan*
Jadi gini... Awalnya gue lagi gila facebook. Nah, gue pengen ada sesuatu yang beda gitu sama tuh facebook. Gak monoton. Gak gitu-gitu aja. Gue bingung, mau gue apain tuh facebook biar keliatannya beda. Pas gue bolak-balik beranda-profil, beranda-profil. Gue liat nama facebook orang dengan contoh seperti ini "chinunnabawellrewellprincessingiendimanjacelalu" kebetulan saat itu gue lagi facebookan di hp. Panjangnya tuh nama sampe 2 paragrap di hp gue. Trus apa hubungannya sama nama gue? Gue mikir, kalo gue ganti nama sepanjang itu biar keliatan beda, malah gue rasa banyak yang bakalan nge-unfriend gue. Jadi gue nyari nama yang beda, simple dan yang pastinya mudah untuk diingat. Berhubung gue orangnya rada-rada, jadilah nama gue Nurul Edane. Dari situ gue deh gue nyantumin nama Nurul Edane di facebook, disusul sama twitter, and than blog. Nah, dari situ juga gue sering dipanggil Nurul Edane daripada Nurul Fadilah. Wow.. It's real. Nge-booming kan? Ahaaa

Kenapa ada perasaan sakit??

Diantara jutaan milyar manusia, kenapa harus engkau yang dipertemukan denganku? Mungkin Tuhan punya alasan. Yang pasti bukan diperuntukkan menyakiti perasaanku. Tidak.. Tidak.. Itupun diluar kehendaknya. Mungkin.
Tapi kenapa?
Kenapa harus ada sakit bila bahagia menyenangkan. Sulit memang.
Untuk mencapai suatu kebahagiaan, pasti merasakan sakit terlebih dahulu.
Kenapa?
Karena, tanpa kita merasakan sakit. Kita tidak akan tahu bagaimana berharganya sebuah KEBAHAGIAN.

By : Nurul Edane

Blog Baru Nih!! *peduligitu*

Ini blog ke-3 gue. Kenapa sampe sebanyak itu? Soalnya yang 2 gue lupa emailnya. Simple kan? Awalnya sih udah males nulis lagi. Tapi setelah dipikir, sayang juga kalo ide-ide gue cuma bisa melintas sebentar di otak. Dan alesan kedua kenapa gue lanjutin nulis, soalnya nulis diblog salah satu syarat kelulusan gue di sekolah. Ya, akhirnya jadilah blog ini. Tempat dimana gue bisa ngungkapin apa yang ada dihati dan fikiran gue. Kesel, sedih, seneng, bahagia, pengetahuan, semua bisa gue tumplekin disini. Oke guys, sekarang kita harus mulai darimana? Pengetahuan? Curhat? Atau... Apaa..?? Hmm.. Kayanya lebih bagus kalo gue tulis di post berikutnya kali yaa.. Cekidot!!